Bantul (MAN 1 Bantul) — Hasil karya menggambar wajah murid kelas X E4 MAN 1 Bantul dalam pembelajaran Seni Budaya materi gambar bentuk menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni yang beragam, Selasa (6/10/2026). Berbagai goresan pensil yang dituangkan murid menghasilkan gambar wajah dengan karakter dan ciri khas masing-masing. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar memahami bentuk, proporsi, dan detail objek, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan ide serta imajinasi melalui karya seni. Hasil gambar yang beragam dan menarik tersebut menjadi bukti antusiasme murid dalam mengikuti pembelajaran praktik. Selain mengasah keterampilan menggambar, kegiatan ini juga melatih koordinasi mata dan tangan, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan motorik halus yang mendukung perkembangan kreativitas murid.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kreativitas murid dalam menghasilkan karya gambar wajah dengan ciri khas masing-masing. “Saya sangat mengapresiasi semangat murid dalam mengikuti pembelajaran Seni Budaya. Setiap goresan dan karya yang dihasilkan merupakan bagian dari proses belajar untuk mengembangkan kreativitas, ketekunan, dan keberanian dalam mengekspresikan diri. Saya berharap murid tidak takut mencoba, terus berlatih, serta mampu menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman-temannya. Melalui pembelajaran seperti ini, murid dapat mengembangkan potensi diri sekaligus belajar bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan keunikan yang patut diapresiasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu upaya madrasah untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mampu mengembangkan potensi murid secara optimal.
Kegiatan menggambar wajah ini selaras dengan tagline MAN 1 Bantul, “Cadas Berkelas: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi”. Nilai cerdas dan smart tercermin dalam kemampuan murid mengamati objek serta menuangkan gagasan ke dalam karya, sedangkan nilai adaptif terlihat dari keberanian mereka mengeksplorasi berbagai bentuk dan teknik menggambar. Semangat demokratis dan anti diskriminasi diwujudkan melalui penghargaan terhadap perbedaan gaya, kreativitas, dan hasil karya setiap murid. Sementara itu, nilai berkarakter tumbuh melalui sikap tekun, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab selama proses berkarya. Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul terus mendorong pembelajaran yang kreatif dan inklusif, sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan keterampilan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menghasilkan karya seni yang membanggakan. (mln)

