Bantul (MAN 1 Bantul) — Kreativitas dan apresiasi terhadap karya sastra turut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MAN 1 Bantul. Melalui kegiatan Santri Literart, madrasah menyelenggarakan lomba membaca puisi pada Jumat (23/10/2026) di ruang FL 2 MAN 1 Bantul.
Lomba yang dikoordinatori oleh Novia Reni Astuti, S.Pd., ini dilaksanakan secara langsung (live performance) di hadapan dewan juri. Setiap peserta diwajibkan membacakan dua puisi, yakni satu puisi wajib berjudul Gugur karya W.S. Rendra dan satu puisi pilihan dari daftar karya penyair Indonesia yang telah ditentukan panitia.
Untuk puisi pilihan, peserta dapat memilih salah satu karya, di antaranya Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar, Sagu Ambon karya W.S. Rendra, Selamat Pagi Indonesia karya Sapardi Djoko Damono, serta beberapa karya penyair lainnya. Ragam pilihan puisi tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi karakter, suasana, dan pesan yang terkandung dalam setiap karya.
Dalam penampilan, peserta diperbolehkan menggunakan atribut sederhana seperti selendang, topi, atau kain yang relevan dengan isi puisi tanpa mengubah esensi karya. Naskah puisi tidak boleh diubah, dan setiap peserta wajib mencetak serta membawa puisi yang akan dibacakan. Sebelum mengikuti perlombaan, peserta juga diwajibkan melakukan pendaftaran kepada panitia sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan lomba baca puisi sebagai sarana mengembangkan kepekaan rasa dan kreativitas murid. “Membaca puisi bukan sekadar melafalkan kata-kata, tetapi juga bagaimana memahami makna, menghayati pesan, dan menyampaikannya dengan penuh penghayatan. Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan murid terhadap sastra sekaligus meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri dalam berekspresi,” ungkap Mafrudah.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui Santri Literart, madrasah terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. (ars)

