Bantul (MAN 1 Bantul) – Kajian keputrian bersama Wahyu dari KUA Bantul di MAN 1 Bantul tidak berhenti pada penyampaian materi. Setelah mendapatkan penguatan tentang pentingnya rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah sebagai bentuk pengamalan nilai keagamaan.
Kajian keputrian sebelumnya mengangkat tema tentang syukur. Wahyu mengajak para siswi untuk memahami bahwa rasa syukur kepada Allah Swt. perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, salah satunya melalui ketaatan dalam menjalankan ibadah.
Setelah kajian selesai, para siswi bersiap melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Pembiasaan salat berjamaah menjadi salah satu bentuk penguatan nilai religius yang terus dikembangkan dalam kehidupan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembelajaran keagamaan akan semakin bermakna ketika diikuti dengan praktik nyata.
“Nilai agama tidak cukup hanya dipahami melalui materi. Anak-anak perlu dibiasakan untuk mengamalkannya. Kajian dan salat berjamaah seperti ini menjadi satu rangkaian yang saling menguatkan, agar apa yang dipelajari dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar Mafrudah.
Menurutnya, pembiasaan ibadah juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk menjalankan kewajiban agama bukan hanya karena aturan, tetapi karena tumbuh dari dalam diri.
Rangkaian kajian keputrian dan salat Zuhur berjamaah tersebut selaras dengan semangat CADAS BERKELAS MAN 1 Bantul, terutama nilai Agamis dan Berkarakter. Nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan spiritual.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Setiap pembiasaan, interaksi, dan praktik ibadah merupakan bagian dari proses membentuk generasi yang beriman, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. (wnd)

