Menanam Syukur, Menguatkan Iman: MAN 1 Bantul Gelar Kajian Keputrian Bersama KUA Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) – Upaya membentuk karakter peserta didik yang religius terus dilakukan MAN 1 Bantul melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Salah satunya melalui kajian keputrian yang menghadirkan Wahyu dari KUA Bantul sebagai narasumber pada Jumat (14/8/2026). Kajian tersebut mengangkat tema tentang pentingnya mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah Swt.

Kegiatan kajian keputrian diikuti oleh peserta didik putri MAN 1 Bantul dalam suasana yang tertib dan penuh perhatian. Dalam penyampaiannya, Wahyu mengajak para siswi untuk memahami bahwa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Wahyu menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki banyak hal yang patut disyukuri, mulai dari kesehatan, keluarga, kesempatan menuntut ilmu, hingga berbagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Rasa syukur menjadi salah satu cara untuk menyadari bahwa setiap nikmat yang diterima merupakan amanah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kajian keputrian tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter dan keagamaan perlu diberikan secara berkelanjutan agar nilai-nilai yang diperoleh peserta didik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu dibiasakan untuk melihat berbagai hal positif yang mereka miliki dan mensyukurinya. Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang baik, belajar dengan sungguh-sungguh, menghargai orang lain, dan menjaga amanah yang diberikan Allah,” tutur Mafrudah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MAN 1 Bantul membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan karakter yang kuat.

Pelaksanaan kajian keputrian tersebut sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai Agamis dan Berkarakter secara khusus dikuatkan melalui pembelajaran keagamaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Melalui kajian ini, para siswi diharapkan mampu menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari kebiasaan hidup, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam berpikir, santun dalam bersikap, dan kuat dalam nilai keagamaan. (wnd)