BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana religius tampak begitu terasa di Masjid Roudhotul Muttaqin MAN 1 Bantul pada Jumat pagi (22/5/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, warga madrasah mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat Dhuha berjamaah. Kegiatan yang telah menjadi budaya madrasah ini secara konsisten dilaksanakan setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai.
Pelaksanaan sholat Dhuha rutin tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan suasana akademik yang positif serta membangun lingkungan belajar yang harmonis, terarah, dan kondusif melalui penguatan nilai-nilai religius. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter spiritual dan penanaman akhlak mulia bagi seluruh warga madrasah.
Hal tersebut disampaikan Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd., saat ditemui di sela kegiatan sholat Dhuha.
“Konsistensi adalah kunci. Kami ingin memastikan bahwa pendidikan di MAN 1 Bantul tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik (IPTEK), tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat (IMTAK). Sholat Dhuha berjamaah ini menjadi ikhtiar kami dalam menjemput keberkahan agar proses belajar mengajar berjalan dengan tenang dan lancar,” ujar Mafrudah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bin Umaryati, S.Pd., saat memberikan motivasi kepada siswa menyampaikan bahwa sholat Dhuha memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun akademis.
“Secara psikologis, siswa yang memulai hari dengan ibadah cenderung lebih siap mengikuti pembelajaran dan memiliki fokus yang lebih baik di kelas. Suasana kondusif setelah sholat Dhuha juga sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran,” tutur Bin Umaryati.
Guru Otomotif MAN 1 Bantul, M. Kamdani, S.Pd., juga mengungkapkan rasa syukurnya melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Melihat anak-anak dengan kesadaran sendiri datang ke masjid dan menggelar sajadah setiap pagi memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai pendidik. Karakter religius tidak cukup hanya diajarkan secara teori, tetapi harus dibiasakan melalui praktik nyata,” ungkap Kamdani.
Sementara itu, siswa kelas XI FD 2, Yasmin Arina Ulfa, mengaku sudah terbiasa melaksanakan sholat Dhuha sebelum belajar.
“Awalnya memang terasa berat harus datang lebih pagi, tetapi sekarang kalau belum sholat Dhuha rasanya seperti ada yang kurang. Pikiran jadi lebih tenang dan lebih siap menerima pelajaran,” ujar Yasmin.
Dengan konsistensi yang terus dijaga, MAN 1 Bantul membuktikan bahwa pembentukan karakter religius dan penciptaan iklim akademik yang berkualitas dapat berjalan beriringan. Hal ini juga sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

