BANTUL (MAN 1 Bantul) – Guna memastikan objektivitas, validitas, dan transparansi nilai rapor siswa sebelum diumumkan secara resmi, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pra Pleno Kenaikan Kelas di aula madrasah pada Senin pagi (22/6/2026). Rapat penting ini diikuti oleh seluruh wali kelas, BK, tim manajemen, staf, serta koordinasi bidang terkait.
Rakor Pra Pleno ini memiliki beberapa fungsi spesifik yang sangat krusial dalam menentukan masa depan akademis siswa. Pertama, sebagai sarana Penyamaan Persepsi untuk menetapkan standar penilaian yang seragam antar-guru mata pelajaran agar evaluasi bersifat adil dan transparan. Kedua, Verifikasi Data Akademik untuk memeriksa ulang kelengkapan nilai, absensi, serta catatan sikap (karakter) siswa sebelum dicetak. Ketiga, Evaluasi Masalah Khusus yang memfokuskan pembahasan pada siswa dengan kendala tertentu, seperti nilai di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), absensi yang kurang, atau masalah kedisiplinan demi mencarikan solusi terbaik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi data dalam rapor sebagai bentuk pertanggungjawaban madrasah kepada orang tua dan masyarakat.
“Rakor Pra Pleno ini adalah langkah krusial untuk menjaga integritas nilai yang kita berikan kepada siswa. Kita harus memastikan bahwa setiap nilai yang tertulis di rapor benar-benar valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak ingin ada siswa yang dirugikan karena kesalahan teknis atau ketidakselarasan standar penilaian,” tegas Kepala Madrasah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bin Umaryati, S.Pd., menjelaskan bahwa proses verifikasi pra-pleno ini meminimalisir kesalahan sebelum rapat pleno kelulusan dan kenaikan kelas secara resmi diketuk palu.
“Melalui kegiatan ini, kami menyamakan persepsi antar-pendidik dan menyisir kembali rekam jejak akademik siswa. Jika ada nilai yang belum tuntas atau data absensi yang meragukan, di sinilah tempat kita mengonfirmasi dan mengevaluasinya bersama wali kelas, sehingga saat rapat pleno nanti semua data sudah matang dan valid,” ujar Bin Umaryati.
Sementara itu, dari sudut pandang perkembangan karakter dan psikologis siswa, perwakilan Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Candra Ade Pertiwi, S.Kom.I. , menyampaikan bahwa forum ini menjadi jembatan penting untuk melihat siswa secara komprehensif, tidak hanya dari angka-angka akademis semata.
“Kami di BK fokus pada evaluasi masalah khusus, seperti siswa yang jarang masuk atau memiliki kendala kedisiplinan. Di rakor ini, kami bersama wali kelas memaparkan latar belakang masalah siswa tersebut, apakah ada kendala personal atau keluarga. Tujuannya adalah mencari solusi yang bijaksana dan edukatif, sehingga keputusan kenaikan kelas nanti tetap mengedepankan masa depan dan pembinaan karakter siswa,” ungkapnya.
Rapat Koordinasi Pra Pleno ini berlangsung dengan dinamis dan penuh ketelitian. Setiap wali kelas memaparkan dinamika di kelasnya masing-masing untuk mendapat tanggapan dan verifikasi dari tim manajemen serta forum guru. Dengan adanya koordinasi yang matang ini, MAN 1 Bantul berkomitmen untuk melahirkan laporan hasil belajar yang akurat, adil, dan mampu mendorong motivasi belajar siswa ke depan. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

